Pesantren Kilat

Pengertian pesantren kilat di kalangan sekolah.

WORSHOP SAGUSABLOG LANJUTAN

Workshop online SAGUSABLOG Lanjutan Satu Guru Satu Blog media pembelajaran berbasis Blog

IGI

IKATAN GURU INDONESIA

Tampilkan postingan dengan label Materi kelas 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi kelas 5. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2026

Materi PAIdBP kelas 5 - Bab 6 Hidup Damai dalam Kebersamaan




Soal Pilihan Ganda PAI Kelas V
Bab 6: Hidup Damai dalam Kebersamaan


1. Surah Al-Imran ayat 64 berisi ajakan kepada Ahli Kitab untuk ….
   a. meninggalkan agama mereka
   b. menyembah malaikat
   c. bersatu dalam satu kalimat untuk menyembah Allah
   d. berperang dengan kaum muslimin

2. Yang dimaksud Ahli Kitab dalam Surah Al-Imran ayat 64 adalah ….
   a. umat Islam
   b. orang musyrik
   c. Yahudi dan Nasrani
   d. kaum Quraisy

3. Inti ajaran yang ditekankan dalam Surah Al-Imran ayat 64 adalah ….
   a. akhlak
   b. tauhid
   c. muamalah
   d. sejarah

4. iman berarti ….
   a. percaya kepada manusia
   b. menyembah banyak tuhan
   c. percaya kepada Allah
   d. percaya kepada malaikat

5. Contoh menyekutukan Allah adalah ….
   a. berdoa kepada Allah
   b. beribadah dengan ikhlas
   c. meminta kepada berhala
   d. membaca Al-Qur’an

6. Surah Al-Baqarah ayat 256 menjelaskan tentang ….
   a. kewajiban shalat
   b. larangan riba
   c. tidak ada paksaan dalam agama
   d. perintah puasa

7. Makna la ikraha fid din adalah ….
   a. tidak boleh shalat
   b. tidak ada paksaan dalam agama
   c. agama itu berat
   d. iman harus dipaksa

8. Sikap yang sesuai dengan Surah Al-Baqarah ayat 256 adalah ….
   a. memaksa teman masuk Islam
   b. menghormati keyakinan orang lain
   c. mengejek agama lain
   d. melarang orang beribadah

9. Thaghut adalah ….
   a. jalan yang lurus
   b. segala sesuatu yang disembah selain Allah
   c. kitab suci
   d. malaikat

10. Orang yang beriman kepada Allah diibaratkan ….
   a. memegang tali rapuh
   b. tidak punya pegangan
   c. berpegang pada tali yang kuat
   d. mudah terpengaruh

11. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui artinya ….
   a. Allah hanya mendengar
   b. Allah hanya mengetahui
   c. Allah mengetahui yang tampak saja
   d. Allah mendengar dan mengetahui segala sesuatu

12. Tujuan hidup damai dalam kebersamaan adalah ….
   a. mencari musuh
   b. menimbulkan konflik
   c. menciptakan kerukunan
   d. memecah belah

13. Contoh hidup damai di sekolah adalah ….
   a. bertengkar dengan teman
   b. menghormati perbedaan
   c. mengejek teman
   d. memilih-milih teman

14. Jika Ahli Kitab menolak ajakan tauhid, sikap umat Islam adalah ….
   a. memaksa mereka
   b. memerangi mereka
   c. tetap berserah diri kepada Allah
   d. membenci mereka

15. Sikap toleransi dalam Islam berarti ….
   a. mengikuti semua agama
   b. menghormati perbedaan tanpa memaksakan
   c. meninggalkan iman
   d. mencampur ibadah

16. Hidup damai dapat terwujud jika kita ….
   a. egois
   b. saling menghargai
   c. suka marah
   d. memaksakan kehendak

17. Mengimani Allah sebagai satu-satunya Tuhan termasuk rukun iman ke ….
   a. pertama
   b. kedua
   c. ketiga
   d. keempat

18. Manfaat hidup rukun adalah ….
   a. hidup terasa berat
   b. banyak musuh
   c. hidup tenteram
   d. mudah bertengkar

19. Perilaku yang mencerminkan persatuan adalah ….
   a. bekerja sama
   b. bermusuhan
   c. bertengkar
   d. menyendiri 

20. Pesan utama pada materi Bab 6 adalah ….
   a. hidup sendiri lebih baik
   b. hidup damai dan bertoleransi
   c. kaya itu penting
   d. menang sendiri

klik link kehadiran siswa PJJ dibawah ini  

baca juga : 

Jumat, 09 Februari 2024

Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Pengertian Isra Mi’raj

Isra` secara bahasa berasal dari kata ‘saro’ bermakna perjalanan di malam hari. Adapun secara istilah, Isra` adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Jibril dari Mekkah ke Baitul Maqdis , berdasarkan firman Allah :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha “ (Al Isra’:1)

Mi’raj secara bahasa adalah suatu alat yang dipakai untuk naik. Adapun secara istilah, Mi’raj bermakna tangga khusus yang digunakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk naik dari bumi menuju ke atas langit, berdasarkan firman Allah dalam surat An Najm ayat 1-18.[1]

Kisah Isra’ Mi’raj

Secara umum, kisah yang menakjubkan ini disebutkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam Al-Qur`an dalam firman-Nya:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al-Isra` : 1)

Juga dalam firman-Nya:

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى. مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى. وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى. عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى. ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى. وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى. ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى. فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى. فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى. مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى. أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى. وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى. عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى. عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى. إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى. مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى. لَقَدْ رَأَى مِنْ ءَايَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS. An-Najm : 1-18)

Adapun rincian dan urutan kejadiannya banyak terdapat dalam hadits yang shahih dengan berbagai riwayat. Syaikh Al Albani rahimahullah dalam kitab beliau yang berjudul Al Isra` wal Mi’raj menyebutkan 16 shahabat yang meriwayatkan kisah ini. Mereka adalah: Anas bin Malik, Abu Dzar, Malik bin Sha’sha’ah, Ibnu ‘Abbas, Jabir, Abu Hurairah, Ubay bin Ka’ab, Buraidah ibnul Hushaib Al-Aslamy, Hudzaifah ibnul Yaman, Syaddad bin Aus, Shuhaib, Abdurrahman bin Qurath, Ibnu ‘Umar, Ibnu Mas’ud, ‘Ali, dan ‘Umar radhiallahu ‘anhum ajma’in.

Di antara hadits shahih yang menyebutkan kisah ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya , dari sahabat Anas bin Malik :Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Didatangkan kepadaku Buraaq – yaitu yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya). Maka sayapun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu saya mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para Nabi. Kemudian saya masuk ke masjid dan shalat 2 rakaat kemudian keluar . Kemudian datang kepadaku Jibril ‘alaihis salaam dengan membawa bejana berisi khamar dan bejana berisi air susu. Aku memilih bejana yang berisi air susu. Jibril kemudian berkata : “ Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah”.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit (pertama) dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Adam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik ke langit kedua, lalu Jibril ‘alaihis salaam meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi:“Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kedua) dan saya bertemu dengan Nabi ‘Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya shallawatullahi ‘alaihimaa, Beliau berdua menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketiga dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga) dan saya bertemu dengan Yusuf ‘alaihis salaam yang beliau telah diberi separuh dari kebagusan(wajah). Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keempat dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab: “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit keempat) dan saya bertemu dengan Idris alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Allah berfirman yang artinya : “Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (Maryam:57).

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit kelima dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kelima) dan saya bertemu dengan Harun ‘alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keenam dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Musa. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab, “Muhammad” Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab, “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim. Beliau sedang menyandarkan punggunya ke Baitul Ma’muur. Setiap hari masuk ke Baitul Ma’muur tujuh puluh ribu malaikat yang tidak kembali lagi. Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, diapun berubah sehingga tidak ada seorangpun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya

Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam. Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il”. Beliau bersabda :“Maka sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 shalat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman:“Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis(baginya) satu kejelekan”. Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka sayapun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya”. (H.R Muslim 162)

Untuk lebih lengkapnya, silahkan merujuk ke kitab Shahih Bukhari hadits nomor 2968 dan 3598 dan Shahih Muslim nomor 162-168 dan juga kitab-kitab hadits lainnya yang menyebutkan kisah ini. Terdapat pula tambahan riwayat tentang kisah ini yang tidak disebutkan dalam hadits di atas.


Sumber: muslim.or.id

Jumat, 08 Desember 2023

Kepedulian kita terhadap anak yatim


Pentingnya kita peduli dengan anak yatim

1. Penting untuk mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya menyayangi dan membantu anak-anak yatim serta orang yang membutuhkan dalam masyarakat.
2. Membaca Surah Al-Ma'un: Bacakan surah ini kepada siswa, dan dorong mereka untuk mendengarkan dengan seksama.

Rabu, 02 Agustus 2023

BAB 1 Menyayangi Anak Yatim

Menyayangi Anak Yatim

1. Menyayangi Anak Yatim:

Penting untuk mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya menyayangi dan membantu anak-anak yatim serta orang yang membutuhkan dalam masyarakat. Berbicaralah tentang rasa empati, kebaikan, dan kasih sayang terhadap sesama.

2. Surah Al-Ma'un (Surah 107):

Surah Al-Ma'un adalah salah satu surah pendek dalam Al-Quran. Anda dapat membahasnya dengan langkah-langkah berikut:

Membaca Surah Al-Ma'un: Bacakan surah ini kepada siswa, dan dorong mereka untuk mendengarkan dengan seksama.

Menulis Surah Al-Ma'un: Berikan lembaran kosong kepada siswa dan minta mereka menuliskan Surah Al-Ma'un. Ini membantu meningkatkan keterampilan menyalin dan mengingat ayat-ayat Al-Quran.

Mengartikan Surah Al-Ma'un: Terjemahkan ayat-ayat Surah Al-Ma'un ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami oleh siswa. Fokuskan pada makna dan pesan yang terkandung dalam surah ini.

Kamis, 23 Juli 2020

Video Pembelajaran Pendidikan Agama Islam SD/MI : "BERDOA"

Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam SD/MI "BERDOA"

Kamis, 02 Juli 2020

Materi Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 5 SD K-13 "Mari Belajar Surah at-Tiin"

sahabat guru pai ingin membagikan materi pendidikan agama islam pelajaran 1 kelas 5 SD "Mari Belajar Q.S at-Tiin, silahkan dipelajari materi di bawah ini, dan semoga materi ini beguna untuk peserta didik