Pesantren Kilat

Pengertian pesantren kilat di kalangan sekolah.

WORSHOP SAGUSABLOG LANJUTAN

Workshop online SAGUSABLOG Lanjutan Satu Guru Satu Blog media pembelajaran berbasis Blog

IGI

IKATAN GURU INDONESIA

Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 4. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2024

Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Pengertian Isra Mi’raj

Isra` secara bahasa berasal dari kata ‘saro’ bermakna perjalanan di malam hari. Adapun secara istilah, Isra` adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Jibril dari Mekkah ke Baitul Maqdis , berdasarkan firman Allah :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha “ (Al Isra’:1)

Mi’raj secara bahasa adalah suatu alat yang dipakai untuk naik. Adapun secara istilah, Mi’raj bermakna tangga khusus yang digunakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk naik dari bumi menuju ke atas langit, berdasarkan firman Allah dalam surat An Najm ayat 1-18.[1]

Kisah Isra’ Mi’raj

Secara umum, kisah yang menakjubkan ini disebutkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam Al-Qur`an dalam firman-Nya:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al-Isra` : 1)

Juga dalam firman-Nya:

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى. مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى. وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى. عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى. ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى. وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى. ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى. فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى. فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى. مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى. أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى. وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى. عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى. عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى. إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى. مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى. لَقَدْ رَأَى مِنْ ءَايَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS. An-Najm : 1-18)

Adapun rincian dan urutan kejadiannya banyak terdapat dalam hadits yang shahih dengan berbagai riwayat. Syaikh Al Albani rahimahullah dalam kitab beliau yang berjudul Al Isra` wal Mi’raj menyebutkan 16 shahabat yang meriwayatkan kisah ini. Mereka adalah: Anas bin Malik, Abu Dzar, Malik bin Sha’sha’ah, Ibnu ‘Abbas, Jabir, Abu Hurairah, Ubay bin Ka’ab, Buraidah ibnul Hushaib Al-Aslamy, Hudzaifah ibnul Yaman, Syaddad bin Aus, Shuhaib, Abdurrahman bin Qurath, Ibnu ‘Umar, Ibnu Mas’ud, ‘Ali, dan ‘Umar radhiallahu ‘anhum ajma’in.

Di antara hadits shahih yang menyebutkan kisah ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya , dari sahabat Anas bin Malik :Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Didatangkan kepadaku Buraaq – yaitu yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya). Maka sayapun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu saya mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para Nabi. Kemudian saya masuk ke masjid dan shalat 2 rakaat kemudian keluar . Kemudian datang kepadaku Jibril ‘alaihis salaam dengan membawa bejana berisi khamar dan bejana berisi air susu. Aku memilih bejana yang berisi air susu. Jibril kemudian berkata : “ Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah”.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit (pertama) dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Adam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik ke langit kedua, lalu Jibril ‘alaihis salaam meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi:“Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kedua) dan saya bertemu dengan Nabi ‘Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya shallawatullahi ‘alaihimaa, Beliau berdua menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketiga dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga) dan saya bertemu dengan Yusuf ‘alaihis salaam yang beliau telah diberi separuh dari kebagusan(wajah). Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keempat dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab: “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit keempat) dan saya bertemu dengan Idris alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Allah berfirman yang artinya : “Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (Maryam:57).

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit kelima dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kelima) dan saya bertemu dengan Harun ‘alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keenam dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Musa. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab, “Muhammad” Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab, “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim. Beliau sedang menyandarkan punggunya ke Baitul Ma’muur. Setiap hari masuk ke Baitul Ma’muur tujuh puluh ribu malaikat yang tidak kembali lagi. Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, diapun berubah sehingga tidak ada seorangpun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya

Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam. Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il”. Beliau bersabda :“Maka sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 shalat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman:“Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis(baginya) satu kejelekan”. Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka sayapun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya”. (H.R Muslim 162)

Untuk lebih lengkapnya, silahkan merujuk ke kitab Shahih Bukhari hadits nomor 2968 dan 3598 dan Shahih Muslim nomor 162-168 dan juga kitab-kitab hadits lainnya yang menyebutkan kisah ini. Terdapat pula tambahan riwayat tentang kisah ini yang tidak disebutkan dalam hadits di atas.


Sumber: muslim.or.id

Minggu, 26 September 2021

Referensi Materi Pendidikan Agama Islam kelas 4 SD/MI

SEMOGA MENJADI REFERENSI UANTUK KALIAN BELAJAR

Jumat, 16 April 2021

Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua dan Guru

Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua dan Guru 

 

Anak-anak sudah siap berbagi pengalaman hari ini? Ayo, jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu ya, dengan sabun pada air mengalir sebelum dan sesudah memulai kegiatan! Nah, kalau sudah cuci tangan, mari kita bersiap memulai pembelajaran. Mari kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan belajar hari ini! Mintalah bantuan kepada Abi/Umi untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan pembelajaran, ya! Jangan lupa ucapkan tolong bila minta bantuan, ucapkan maaf apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan terima kasih setelah mendapatkanbantuan!

Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua

Pentingnya Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua. Menghormati orang tua sangat ditekankan dalam Islam. Banyak ayat di dalam al-Qur’an yang menyatakan bahwa segenap mukmin harus berbuat baik dan menghormati orang tua. Selain menyeru untuk beribadah kepada Allah Swt. semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, al-Qur’an juga menegaskan kepada umat Islam untuk menghormati kedua orang tuanya.

Sebagai muslim yang baik, tentunya kita memiliki kewajiban untuk berbakti kepada orang tua kita baik ibu maupun ayah. Agama Islam mengajarkan dan mewajibkan kita sebagai anak untuk berbakti dan taat kepada ibu maupun ayah. Taat dan berbakti kepada kedua orang tua adalah sikap dan perbuatan yang terpuji. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa Allah Swt. memerintahkan kepada umat manusia untuk menghormati orang tua. Dalil-dalil tentang perintah Allah Swt. tersebut antara lain:

wa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā

Artinya:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Pentingnya seorang anak untuk meminta doa restu dari kedua orang tuanya pada setiap keinginan dan kegiatannya karena restu Allah Swt. disebabkan restu orang tua. Orang yang berbakti kepada orang tua doanya akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah Swt. Apalagi seorang anak mau melakukan atau menginginkan sesuatu. Seperti, mencari ilmu, mendapatkan pekerjaan, dan lain sebagainya, yang paling penting adalah meminta restu kedua orang tuanya.
Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa adab kepada orang tua (yang masih hidup) adalah sebagai berikut :

  1. Jangan berkata kasar yang dapat menyakiti perasaan kedua orang tua.
  2. Berkata baik, sopan dan santun kepada kedua orang tua
  3. Bertanggung jawab atas kehidupan dan kesejahteraannya di hari tuanya
  4. Merendahkan diri di hadapan kedua orang tua.
  5. Jangan membentak atau memarahi kedua orang tua

Hormat dan Patuh kepada GURU

Guru adalah bapak rohani bagi seorang murid, ialah yang memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pendidikan akhlak, dan membimbingnya. Maka, menghormati guru berarti penghargaan terhadap anak- anak kita, dengan guru itulah, mereka hidup dan berkembang.

Sesuai dengan ketinggian derajat dan martabat guru, tidak heran kalau para ulama sangat menghormati guru- guru mereka. Cara mereka memperlihatkan penghormatan terhadap gurunya antara lain sebagai berikut.

  • Mereka rendah hati terhadap gurunya, meskipun ilmu sudah lebih banyak ketimbang gurunya.
  • Mereka menaati setiap arahan serta bimbingan guru. Misalnya seorang pasien yang tidak tahu apa-apa tentang penyakitnya dan hanya mengikut arahan seorang dokter pakar yang mahir.
  • Mereka juga senantiasa berkhidmat untuk guru- guru mereka dengan mengharapkan balasan pahala serta kemuliaan di sisi Allah Swt.
  • Mereka memandang guru dengan perasaan penuh hormat dan ta’³m (memuliakan) serta memercayai kesempurnaan ilmunya. Ini lebih membantu pelajar untuk memperoleh manfaat dari apa yang disampaikan guru mereka.

Dengan menghormati guru, kita akan mendapatkan berbagai keuntungan, antara lain sebagai berikut.

  1. Ilmu yang kita peroleh akan menjadi berkah dalam kehidupan kita.
  2. Akan lebih mudah menerima pelajaran yang disampaikannya.
  3. Ilmu yang diperoleh dari guru akan menjadi manfaat bagi orang lain.
  4. Akan selalu didoakan oleh guru.
  5. Akan membawa berkah, memudahkan urusan, dianugerahi nikmat yang lebih dari Allah Swt.
  6. Seorang guru tidak selalu di atas muridnya. Ilmu dan kelebihan itu merupakan anugerah Allah Swt. akan memberikan anugerah-Nya kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya

Jumat, 19 Maret 2021

Materi Pneididkan Agama Islam Mari melaksanakan Solat

Keutamaan Sholat wajib (lima waktu)

Sholat di wajibkan atas kita lima waktu dalam sehari semalam, Perintah sholat di dapatkan ketika Nabi Muhammad saw, melakukan perjalanan Isra mi'raj. Sholat memiliki beberapa keutamaan, diantaranya;

1. Sholat merupakan rukun islam kedua setelah syahadatain.
2. Sholat sebagai tiang agama.
3. Shoat di wajibkan atas muslim/muslimah yang perintahnya langsung diperintahkan oleh Allah secara langsung.
4. Sholat termasuk amal yang paling disukai oleh Allah.
5. Sholat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar.
6. Orang yang sholatnya khusyuk akan mewarisi surga firdaus.
7. Sholat adalah sarana untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT, sebagaimana disampaikan dalam firman Nya:


Artinya :
Wahai orang-orang yang beriman. Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan Sholat dan sabar. Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar." (Q.S al-Baqarah/2:153).

Makna bacaan Sholat

Salat adalah amal ibadah dengan menghadap kepada Allah secara langsung. Ketika menghadap itulah kita membaca bacaan alat. Dengan memahami arti bacaan salat, salat kita akan menjadi khusyuk. Hati dan pikiran kita bisa lebih berkonsentrasi sehingga ibadah salat akan membekas dan berpengaruh terhadap tingkah laku kita.

1. Takbiratul ihram

2. Do'a iftitah:

artinya:
Allah Mahabesar. Segala puji bagi Allah dan Mahasuci Allah sepanjang pagi dan petang. Sungguh, aku hadapkan wajahku kepada wajah-Mu yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan dan penyerahan diri dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutukan-Mu. Sesungguhnya salat-ku, ibadahku, hidupku, matiku, hanya untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk hamba yang berserah diri



3. Al-Fatihah

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, (3) Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, (4) Pemilik hari pembalasan. (5)Hanya kepada Engkaulahkami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.


4. Bacaan saat ruku

Mahasuci, Tuhanku, Yang Maha agung dan dengan segala puji bagi-Nya



5. Bacaan saat i'tidal

Artinya; Allah sungguh mendengarkan para pemuji-Nya, Ya Allah Tuhan kami, Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu”



6. Bacaan saat sujud

Mahasuci Rabb-ku Yang Maha Tinggi dan dengan segala puji bagi-Nya

7. Bacaan saat duduk diantara dua sujud

Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihani-lah aku, cukupkanlah segala kekurangan-ku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.

8. Bacaan saat tahiyat

Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan bagi Allah. Segala keselamatan tetap untuk engkau, wahai Nabi, dan demikian juga rahmat Allah dan berkah-Nya. Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kami sekalian dan untuk para hamba Allah yang salih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana pernah Engkau berikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya; dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta keluarganya sebagaimana Engkau memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Mahamulia”

9. Salam

Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian, serta rahmat Allah dan berkah-Nya


Jumat, 12 Maret 2021

MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS 4 PELAJARAN 8 MARI BERPERILAKAU TERPUJI C. RENDAH HATI. D. HEMAT

C. RENDAH HATI

Amati gambar berikut ini !

Jumat, 05 Maret 2021

MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS 4 PELAJARAN 8 MARI BERPERILAKAU TERPUJI A. GEMAR MEMBACA DAN B. PANTANG MENYERAH

MARI BERPERILAKAU TERPUJI - GEMAR MEMBACA DAN PANTANG MENYERAH

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Menurutmu, yang dilakukan oleh anak-anak pada gambar di atas? Apakah yang dilakukan anak-anak tersebut juga baik bagimu? Mengapa?
Pada pelajaran ini kamu akan belajar tentang sikap gemar membaca, pantang menyerah, rendah hati dan hemat. Semua sikap itu diperintahkan oleh Allah Swt.


A. GEMAR MEMBACA

Kita pergi ke sekolah untuk belajar dan mendapat ilmu pengetahuan. Dengan membaca, kamu akan mendapatkan berbagai macam ilmu, yaitu ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Manfaat gemar membaca antara lain:

  1. Menjadikan kita pintar;
  2. Menambah pengetahuan dan informasi ; serta
  3. Memperbanyak ide.

sumber : kanal youtube Nazhar Farizhi

B. PANTANG MENYERAH

Pernahkah kamu bayangkan, jika harus berangkat ke sekolah dengan menyeberangi sungai melalui jembatan yang hanya terdiri dari beberapa titian bambu? Pernahkah kamu berputus asa ketika mengerjakan tugas sekolah yang sulit? Anak yang semangat tidak cepat berputus asa dan gampang menyerah ketika menemui kesulitan. Mudah menyerah menjadikanmu kalian tidak sabar.

Orang pantang menyerah tidak akan pernah putus asa dari segala tindakan yang telah gagal

sumber : kanal youtube Nazhar Farizhi

Jumat, 19 Februari 2021

Pelajaran 7 Beriman Kepada Malaikat Allah kelas 4 SD/MI

Pelajaran 7 Beriman Kepada Malaikat Allah kelas 4 SD/MI

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh anak-anak , semoga selalu sehat dan bahagia.
 
Anak-anak sudah siap berbagi pengalaman hari ini? Ayo, jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu ya, dengan sabun pada air mengalir sebelum dan sesudah memulai kegiatan! Nah, kalau sudah cuci tangan, mari kita bersiap memulai pembelajaran pendidikan Agama islam. Mari kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan belajar hari ini! Mintalah bantuan kepada Ayah/Ibu untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan pembelajaran, ya! Jangan lupa ucapkan tolong bila minta bantuan, ucapkan maaf apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan!

Simak video di bawah ini!

Terima kasih semua yang sudah mempelajaran pelajari pembelajaran pendidikan agama islam. dan jika ada kesulitan dalam belajar, minta tolong Ayah/ibu, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada mereka yang telah mendampingi Ananda belajar di rumah hari ini! Mari kita akhiri kegiatan belajar di rumah hari ini dengan membaca doa sesudah belajar.

kerjakan tugas dibawah ini.

jika sudah selesai mengerjakan tugas, jangan lupa kirim FOTO SELFIE dan ScreenShoot Hasil nilai(Score) Kalian, jangan lupa Jadikan satu FOTO KOLASE dan dikirim ke GRUP WA AGAMA ISLAM

Jumat, 15 Januari 2021

MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAB 6 - MARI BELAJAR QS. AL-FIIL - " MENGHAFAL SURAT AL-FIIL

Assalamualaikum anak-anak yang hebat,

kalian bisa minta bantuan dengan ayah-bunda dalam bacaan surat al-Fill yang baik dan benar. dengarkan suara pada video dibawah ini, kalian praktikan berulag-ulang agar hafal.

Senin, 16 November 2020

MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS 4 SD/MI || PELAJARAN 4 || HADAS KECIL dan HADAS BESAR

 B. HADAS KECIL dan HADAS BESAR

Hadas Kecil

    Hadas kecil adalah keadaan tidak suci yang mewajibkan seseorang untuk berwudu. Perkara yang menyebabkan hadas Kecil antara lain: keluar sesuatu dari kubul maupun dubur, hilang akal dan bersentuhan kulit antara laki- laki dan perempuan yang bukan muhrim (orang yang haram untuk dinikahi), serta memegang atau menyentuh kubul atau dubur dengan telapak tangan.

       Orang yang berhadas kecil bisa disucikan dengan cara berwudu.

    Menurut bahasa, Wudu artinya Bersih dan Indah. sedangkan menurut istilah (syariah islam) artinya menggunakan air pada anggota badan tertentu dengan cara tertentu yang dimulai dengan niat guna menghilangkan hadast kecil.

     Wudhu merupakan salah satu syarat sahnya sholat (orang yang akan sholat. diwajibkan berwudu lebih dulu), tanpa wudu shalatnya tidak sah. Dalam berwudu ada ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan, diantaranya: syarat sah wudu, rukun wudu, dan sunah wudu.

Syarat Syah berwudhu
  • Beragama Islam
  • Mumayyiz (anak yang sudah bisa membedakan yang benar dan yang salah)
  • Memakai air suci dan menyucikan
  • Tidak ada sesuatu yang menghalangi sampai air ke kulit
Rukun Wudhu

    Rukun wudu adalah hal-hal yang harusdilakukan dalam berwudu. Jika rukun wudu ditinngalkan, maka wudu tidak sah. Rukun wudu tersebut adalah sebagai berikut:

1) Niat. 
Niat boleh di dalam hati dan boleh diucapkan secara lisan. Niat wudhu dilakukan ketika
membasuh muka. Bunyi niat wudu adalah sebagai berikut.


Artinya : "Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah. ”

2) Membasuh muka
3) Membasuh kedua tangan sampai siku-siku
4) Mengusap rambut atau sebagiannya
5) kaki sampai mata kaki. 
6) Tertib.

Sunah Wudhu

            Sunah wudu dilakukan untuk menambah pahala dan menyempurnakan wudu. Diantara sunah wudu adalah :

  • Membaca dua kalimah syahadat ketika hendak berwudu
  • Membaca ta'awuz dan basmallah
  • Berkumur-kukur
  • Bersiwak
  • Membersihkan lubang hidung dengan cara istinsyak (menyedot air dengan hidung secara perlahan) dan istinsyar (mengeluarkan atau menyemprotkan air keluar dari hidung).
  • Menyapu seluruh kepala.
  • Membasuh sela-sela jari tangan dan kaki
  • Mendahulukan yang kanan dari yang kiri.
  • Membasuh anggota wudu tiga kali
  • Mengusap kedua telinga bagian luar dan dalam
  • Membaca doa sesudah wudu
Doa setelah Berwudu :


Artinya : "saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat, dan jadikanlah saya orang yang suci , dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.”


Hadas Besar

        Hadas besar adalah keadaan tidak suci yang mewajibkan seseorang untuk mandi junub (janabat). Mandi Janabat disebut juga mandi besar. Mandi Janabat adalah menyiramkan air keseluruh anggota tubuh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. 

        jika mandi junub tidak lakukan, dapat menyebabkan tidak sahnya ibadah-ibadah yang dilakukan seperti: salat(baik solat fardhu, maupun solat sunnah), tawaf, memegang kitba Al-Quran, dan membaca al-Quran, puasa (baik puasa wajib, maupun puasa sunnah) dan menetap di mesjid. Dalam mandi junub ada ketentuan-ketentuan yang harus diketahui, diantaranya:
Rukun Mandi Besar
Rukun Mandi Besar ada dua macam, yaitu:
1) Niat. Niat mandi boleh didalam hati dan boleh diucapkan secara lisan. Lafal niat mandi besar adalah sebagai berikut:

2) Menyiramkan air ke seluruh anggota tubuh

Sunah Mandi Besar
  1. Membaca basmalah
  2. Membasuh kedua tangan hingga kedua pergelangan tangan
  3. Berwudhu dengan sempurna sebelum mandi
  4. Menyela-nyela rambut dan jari
  5. Mendahulukan yang kanan atas yang kiri

Senin, 12 Oktober 2020

MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS 4 SD/MI || PELAJARAN 4 || BERSIH ITU SEHAT

 MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS 4 SD/MI PELAJARAN 4  "BERSIH ITU SEHAT"

perhatikan pada tayangan video berikut ini :



Senin, 05 Oktober 2020

Materi Pendidikan Agama Islam Pelajaran 3 kelas 4 SD/MI "E. keteladanan Nabi Muhammad saw

 E. keteladanan Nabi Muhammad saw

Nabi Muhammad saw. teladan bagi seluruh umat manusia. Diantara yang bisa diteladani dari Nabi Muhammad adalah perilaku santun dan menghargai sesama.

dalam hidup sehari-hari, Nabi Muhammad saw senantiasa berperilaku santun dan menghargai sesama. Cermati perilaku santun dan menghargai sesama dari Nabi Muhammad saw berikut.

Sabtu, 03 Oktober 2020

Materi Pendidikan Agama Islam Pelajaran 3 kelas 4 SD/MI "C. Hormat dan Patuh kepada kedua orang tua, dan D. Santun dan Menghargai Teman"

 C. Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru

cermati gambar berikut!


Apakah kamu selalu menghormati serta mematuhi orang tua dan gurumu? sebagai anak muslim, kamu harus selalu menghormati serta mematuhi keduanya orang tua dan gurummu.
Ayah dan ibu telah berjasa mengasuh dan memeliharat kita. kita harus patuh kepada mereka berdua. Hormat dan patuh kepada orantua adalah perintah dari Allah SWT.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an, yang artinya:
  "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu." (Qur'an.Surah Luqman/31:14).

beberapa contoh sikap anak menghormati dan patuh kepada orang tua adalah:
  • Patuh dan taat dinasihatinya;
  • Rajin Sholat dan belajar untuk memenuhi harapannya;
  • Sanggup membantu dirumah sesuai kemampuannya;
  • Selalu ingat mendoakannya, seperti doa berikut :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا 
 Allahumma fighfirlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shoghiroon 
Artinya: 
“Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Baik ibu maupun bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.” 

kita juga diharuskan hormat kepada sesama anggota keluarga, misalnya : hormat kepada kakak dan sayang kepada adik. selain itu, kita wajib hormat dan patuh kepada guru. Beliau telah berjasa mendidik dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat.

Hormat artinya berperilaku sopan. Patuh artinya taat atau menurut. Hormat dan patuh merupakan perilaku terpuji. Anak muslim harus sopan (hormat) kepada orang tua dan guru. lalu, bagaimanakah cara menghormati guru ?

berikut adalah contoh cara menghormati dan mematuhi guru :

Saat guru memberi tugas/PR, hendaknya:
  • selalu mengerjakan dan menyelesaikan tepat waktu
  • tidak bermalas-malas
Saat bertemu denga guru :
  • mengucapkan salam, "Assalamualaikum".
  • bersalaman dengan mencium tangannya
  • memperlihatkan wajah yang berseri-seri
Saat guru memberikan nasihat:
  • mendengarkan dengan tulus;
  • mentaati nasihatnya.
Saat guru sedang mengajar:
  • duduk tenang dan tidak mengganggu teman;
  • tidak berbicara sendiri sehingga berisik dan gaduh;
  • memperhatikan pelajaran disekolah.
Saat bebicara dengan guru:
  • berbicara dengan santun;
  • suara tidak terlalu keras;
  • tidak memotong pembicaraanya

D. Santun dan Menghargai Teman


Santun berarti halus budi, baik bahasa dan sopan tingkahlakunya. Orang santun biasanya sabar, tenang, sopan, penuh rasa menghormati, megindahka, dan memandang penting kepada orang lain. Orang yang tidak menghargai berarti orang yang meremehkan atau tidak peduli terhadap orang lain.

adapun Allah adalah Maha Penyayang, Maha Pengasih, Maha Pemaaf, Maha penyantun kepada semua makhluk-Nya. perhatikan firman Allah SWT berikut ini,

هُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ عَلٰى عَبْدِهٖٓ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍ لِّيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَاِنَّ اللّٰهَ بِكُمْ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ   

Artinya :
Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Quran) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun, lagi Maha Penyayang terhadapmu. (Q.S al-Hadid/57 : 9)

Ayo membiasakan diri berperilaku santun dan menghargai teman sejak kecil, baik di rumah maupun di sekolah.
Adapun beberapa contoh sikap santun dan menghargai teman sejak kecil, bail di rumah maupun disekolah, yaitu:
  1. Mengucapkan salam saat bertemu
  2. Mengucapkan "terima kasih" kepada teman yang telah berjasa.
  3. Bersikap ramh pada teman atau orang lain.
  4. Minta maaf kepada teman apanila kita salah
  5. Peduli terhadap keadaan teman yang dan suka menolong kesulitanya.
  6. Berteman tanpa pilih kasih
  7. Rendah hati dan bisa menerima dengan hati tulus atas kerja temanmu,
Adapun hikmah bersikap santun dan menghargai teman antara lain :
  • akan tercipta hidup rukun dan damai
  • akan mempunyai banyak teman dan senang bermain dengan kita
  • teman akan bersikap santun dan menghargai kita


silahkan baca lanjutan E. Keteladanan Nabi Muhammad saw.

Materi Pendidikan Agama Islam Pelajaran 3 kelas 4 SD/MI "A. Jujur dan B. Amanah"

AKU  ANAK  SHOLEH 

amati dan ceritakan gambar berikut!

Assalamu'alaikum

Anak-anak, kalian pasti suka menjadi anak yang baik, jujur, amanah, dan selalu hormat dan patuh kepada orang tua dan gurunya. Tahukan kalian keuntungan menjadi orang baik?Ayo, ikuti pelajaran ini. Insya Allah kalian akan menjadi anak yang baik dan disayang oleh Allah.

Jumat, 11 September 2020

Materi Pelajaran 2 Beriman Kepada Allah SWT Pendidikan Agama Islam Kelas 4 SD/MI SubTema 1

Materi Pendidikan Agama Islam kelas 4 SD/MI pelajaran 2, " Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya"


Assalamu'alaikum Warahmatullhi Wabarakaatuuh

Anak-anak tahukan kalian, siapa yang menciptakan alama semesta beserta isinya ? Bagaimana kita mengenal penciptaalam semesta beserta isinya? Apakah Sang pencipta alam semesta beserta isinya juga mengutus seorang rasul kepada kita? Ayo, ikuti pelajaran ini, Insya Allah kalian dapat membuktikan adanya Allah Swt. (Sang Pencipta) dan Rasul-Nya.


Silahkan Saksikan video pembelajaran ini :






KLIK GAMBAR PADA DIBAWAH INI UNTUK 
KERJAKAN SOAL LATIHAN

DI KLIK

👇

👉👈


SISIP

Jumat, 14 Agustus 2020

MEMBUAT KALIGRAFI SURAH AL-FALAQ KELAS 4 SD/MI

      MEMBUAT KALIGRAFI SURAT AL-FALAQ

kaligari Surat al Falaq kelas 4 sd/mi


Jumat, 07 Agustus 2020

Materi Pelajaran 1 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 4SD/MI

MARI BELAJAR SURAH AL-FALAQ,
Pertemuan kali ini kita mempelajari Q.S. Al-Falaq, Membaca Q.S Al-Falaq, Menghafal Q.S Al-Falaq, dan Menulis Q.S Al-Falaq.

Kamis, 23 Juli 2020

Video Pembelajaran Pendidikan Agama Islam SD/MI : "BERDOA"

Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam SD/MI "BERDOA"

Selasa, 30 Juni 2020

Materi Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 4 SD K-13 "Mari Belajar Surah Al-Falaq"

 mari belajar Q.S al-Falaq

Assalamualaikum Sahabat guru pai,
guru pai ingin membagikan materi pendidikan agama islam pelajaran 1 kelas 4 SD "Mari Belajar Q.S al-Falaq, silahkan dipelajari materi di bawah ini, dan semoga materi ini beguna untuk peserta

Selasa, 16 Juni 2020

Materi Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 4 SD K-13 "Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya"



Assalāmu’alaikum sahabat guru pai

Anak-anak, tahukah kalian, siapa yang menciptakan alam semesta beserta isinya? Bagaimana kita mengenal pencipta alam semesta beserta isinya? Apakah Sang Pencipta alam beserta isinya juga mengutus seorang rasul kepada kita? Ayo, ikuti pelajaran ini,

Materi Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 4 SD K-13 "Beriman kepada Malaikat - Malaikat Allah

Artinya:
“... Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-
Nya dan rasul-rasul-Nya...” (Q.S al-Baqarah/2:285)